Tanda Silent Treatment dalam Hubungan serta Cara Menghadapinya

Tanda Silent Treatment dalam Hubungan dan Cara Menghadapinya

Jakarta – Diacuhkan atau didiamkan setelah bertengkar dengan pasangan merupakan hal menyebalkan. Hal itu kerap disebut dengan silent treatment atau penolakan untuk berkomunikasi secara verbal dengan orang lain.

Sayangnya, silent treatment bukanlah cara tepat untuk menyelesaikan kesulitan dengan pasangan. Sebab orang yang dimaksud menggunakan silent treatment dapat memberikan efek besar pada nilai diri merek yang digunakan menjadi korbannya.

Melansir Medical News Today, silent treatment terkadang mampu belaka menjadi bentuk kekerasan emosional ketika satu orang menggunakannya untuk mengontrol kemudian memanipulasi pasangannya.

Bagaimana silent treatment mempengaruhi hubungan

Ilustrasi pasanganFoto: Roman Kraft via Unsplash

Dalam kebanyakan kasus, menggunakan sikap diam bukanlah cara yang tersebut produktif untuk mengatasi perselisihan.

Penelitian menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita kerap menggunakan silent treatment dalam hubungan. Namun, komunikasi yang mana mana jelas juga langsung sangat penting untuk hubungan yang digunakan sehat.

Ketika salah satu pasangan ingin membicarakan suatu hambatan tetapi pasangannya menarik diri, hal itu dapat menimbulkan emosi negatif seperti kemarahan.

Menurut sebuah penelitian pada tahun 2012, orang yang mana sering merasa diabaikan juga melaporkan tingkat tarif diri, rasa memiliki, serta makna hidup yang mana tambahan lanjut rendah.

Oleh sebab itu, silent treatment dapat berdampak pada kesehatan suatu hubungan, meskipun orang yang dimaksud hal itu diam berusaha menghindari konflik.

Seseorang dengan pasangan yang tersebut yang menghindari konflik tambahan besar kemungkinannya untuk melanjutkan perselisihan lantaran bukan mempunyai kesempatan untuk membicarakan keluhannya.

Apakah silent treatment termasuk unsur kekerasan?

Seseorang mungkin menggunakan silent treatment yang berujung kekerasan emosional jika:

  • Berniat menyakiti orang lain dengan sikap diamnya
  • Silent treatment berlangsung untuk waktu yang dimaksud dimaksud lama
  • Berbicara dengan orang lain tetapi tiada dengan pasangannya
  • Menggunakan silent treatment untuk menyalahkan pasangannya lalu juga memproduksi mereka merasa bersalah
  • Menerapkan silent treatment untuk memanipulasi atau “memperbaiki” pasangannya, atau untuk menekan pasangannya agar mengubah perilakunya

Bagaimana cara menghadapi silent treatment?

Cara seseorang merespons perlakuan silent treatment bergantung pada apakah pasangannya melakukan kekerasan atau tidak.

Jika perlakuan silent treatment tampaknya bukan bagian dari pola kekerasan, Anda dapat mencoba pendekatan berikut:

1. Sebutkan situasinya

Akui bahwa pasangan menggunakan perlakuan silent treatment. Misalnya, Anda dapat berkata, “Saya perhatikan kamu tiada merespons saya.” Hal ini meletakkan dasar bagi dua orang untuk berinteraksi satu serupa lain secara lebih tinggi lanjut efektif.

2. Gunakan pernyataan ‘saya’

Anda dapat mengungkapkan perasaan kepada orang lain dengan menggunakan pernyataan “saya”. Misalnya: “Saya merasa sakit hati lalu sedih oleh sebab itu kamu bukan mau berbicara kepada saya. Saya ingin menyelesaikan hambatan ini.”

3. Minta pasangan ungkapkan perasaannya

Minta pasangan untuk terbuka mengungkapkan perasaannya. Hal ini mampu menimbulkan merekan tahu bahwa perasaan merekan penting dan juga juga valid, kemudian juga membuka jalan bagi percakapan yang tersebut digunakan lebih besar lanjut sehat.

Hindari bersikap defensif atau beralih ke mode pemecahan masalah. Cobalah untuk tetap hadir serta juga mendengarkan dengan penuh empati.

Jika pasangan merespons dengan cara yang tersebut mengancam atau kasar, tambahan lanjut baik menjauh dari situasi hal hal tersebut sampai dia tenang. Bicaralah dengan dokter, terapis, atau teman tepercaya untuk mendapatkan bantuan.

4. Minta maaf atas kata-kata atau tindakan

Anda tidaklah menyalahkan diri sendiri atas tindakan silent treatment yang dimaksud digunakan dijalani orang lain. Namun, Anda mungkin perlu memohon maaf jika sudah pernah melakukan sesuatu yang mana mungkin menyakiti perasaan pasangan.

Tenangkan diri kemudian atur waktu untuk menyelesaikan hambatan tersebut

Terkadang, seseorang mungkin diam hanya sekali lantaran dia terlalu marah, sakit hati, atau kewalahan untuk berbicara. Mereka mungkin takut mengatakan sesuatu yang mana dimaksud dapat memperburuk situasi.

Dalam kasus ini, akan sangat membantu jika setiap orang meluangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum berkumpul untuk mengkaji kesulitan itu dengan tenang.

5. Hindari tanggapan yang dimaksud hal itu tiada ada membantu

Cobalah untuk tiada memperburuk situasi atau memprovokasi orang yang digunakan melakukan silent treatment untuk berbicara. Hal ini dapat menimbulkan konflik yang mana mana lebih tinggi banyak besar.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *