Ini yang digunakan Terjadi di dalam Otak Ketika Sudah Kecanduan Judi Online

Ini yang Terjadi di Otak Ketika Sudah Kecanduan Judi Online

Jakarta – Perjudian atau gambling sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Di zaman modern, judi telah berkembang menjadi sumber hiburan yang dimaksud dapat dinikmati dari genggaman tangan. 

Namun, seiring dengan semakin populernya perjudian, hal ini menyebabkan kerugian finansial yang tersebut yang disebut signifikan serta permasalahan psikologis lalu fisik.

Timothy W. Fong, profesor klinis Psikiatri di tempat dalam Institut Jane juga Terry Semel untuk Ilmu Saraf juga Perilaku Manusia pada UCLA, mengkaji bagaimana perjudian dapat memengaruhi pikiran, tubuh, lalu otak.

“Ada berbagai konsekuensi yang hal tersebut timbul dari gangguan perjudian (sebelumnya disebut kecanduan judi atau hambatan perjudian). Seperti halnya kecanduan apa pun, kerusakannya bisa jadi hanya berdampak pada tubuh, otak, atau pikiran seseorang,” kata Dr. Fong seperti dilansir UC Health.

“Tetapi kesulitan umum yang tersebut digunakan kita lihat ketika orang datang berobat adalah hal-hal seperti utang finansial yang tersebut digunakan besar, hilangnya waktu, hilangnya produktivitas juga rusaknya hubungan,” tambahnya.

Dr. Fong mencatat bahwa penelitian menemukan ketika orang berjuang dengan gangguan perjudian, kemungkinan besar merek akan mempunyai hambatan kesehatan terkait yang dimaksud dimaksud berasal dari stres, kurang tidur serta bahkan kesulitan jantung.

Sebagian besar kesulitan kesehatan hal hal tersebut terkait dengan utang besar yang yang disebut timbul akibat perjudian juga juga lantaran mengabaikan kesehatan diri.

Efek judi terhadap otak manusia

A semi-live gaming facility is demonstrated at Gaming Expo Asia in Macau, China May 15, 2018.   REUTERS/Bobby YipFoto: REUTERS/Bobby Yip
A semi-live gaming facility is demonstrated at Gaming Expo Asia in Macau, China May 15, 2018. REUTERS/Bobby Yip

Perjudian miliki efek yang dimaksud digunakan serupa seperti kokain, heroin, nikotin, kemudian alkohol, yang tersebut mana mengaktifkan sistem ‘hadiah’ di area dalam otak manusia. Sistem ini mendapat tenaga dari dopamin, yaitu neurotransmitter dalam dalam otak yang dimaksud digunakan memperkuat sensasi kenikmatan dan juga juga menghubungkan sensasi yang disebut dengan perilaku atau tindakan tertentu.

Namun, Dr. Fong menyoroti perbedaan yang tersebut digunakan signifikan antara perjudian kemudian juga narkoba.

“Berjudi, tiada ada seperti kecanduan lainnya, dikaitkan dengan distorsi kognitif. Orang-orang berkata, ‘Jika saya terus berjudi, pada akhirnya saya akan menang.’ Anda bukan mengatakan hal yang tersebut digunakan identik saat kecanduan alkohol, tembakau, atau kokain,” ungkapnya.

Lebih lanjut Fong menyebut bahwa distorsi kognitif sering kali terjadi pada orang-orang yang mana kehilangan banyak uang atau aset lain sebab perjudian. Kadang-kadang tarif diri, ego, atau rasa putus asa menggalakkan dia itu untuk lebih besar lanjut banyak berjudi, dengan harapan mampu sekadar menghentikan kerugian mereka.

Apa yang tersebut yang menyebabkan kecanduan judi?

Ilustrasi Judi Online (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Ilustrasi Judi Online (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Ada beberapa alasan mengapa seseorang sanggup menjadi kecanduan judi.

“Sama sekadar dengan penyebab kecanduan lainnya. Ini adalah kombinasi faktor risiko biologis, faktor risiko psikologis, kemudian faktor risiko sosial,” kata Dr. Fong.

Fong menjelaskan bahwa penderita kecanduan judi secara psikologis memandang perjudian sebagai jawaban atas permasalahannya. Ketika dia sudah berada pada titik kecanduan, perjudian bukan ada lagi dipandang sebagai hiburan.

Mereka sekarang memandang perjudian sebagai sarana untuk mengatasi kecemasan atau stres, atau sebagai sumber pendapatan utama.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *