Risiko Investasi Sistematis Dan Tidak Sistematis Yang Perlu Dikenali

Risiko Investasi Sistematis Dan Tidak Sistematis Yang Perlu Dikenali

Untuk bisa berinvestasi dengan baik, maka sebaiknya bisa untuk mengenal resiko investasi terlebih dahulu. Dengan mengetahui apa saja risiko investasi akan bisa membantu untuk mencegah dan meminimalisir dampak yang akan dirasakan dari investasi yang diambil. Resiko tersebut dikenali dengan dua jenis yang berbeda yaitu risiko investasi sistematis dan yang tidak sistematis.

Jenis resiko yang pertama adalah risiko sistematis yang seperti namanya merupakan hal yang tidak dapat dihindari. Resiko ini tidak dapat dikendalikan karena penyebabnya adalah karena faktor eksternal. Sehingga dampak dari faktor eksternal yang terjadi tidak akan bisa untuk dikendalikan dan hanya bisa untuk diminimalisir dampak yang akan berpengaruh pada investasi yang dipunyai. Dampak dapat jenis resiko sistematis sendiri akan bisa menimbulkan efek pada berbagai investasi yang diambil dan tidak bisa untuk menghilangkan resiko tersebut dengan melakukan diversifikasi.

Adapun untuk berbagai jenis risiko investasi sistematis yang bisa untuk dikenali tetapi tidak bisa dikendalikan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Jenis resiko sistematis yang pertama adalah resiko suku bunga yang muncul karena peningkatan suku bunga. Resiko ini tentunya akan membuat nilai investasi yang dilakukan menjadi lebih rendah karena nilai bunga yang naik. Oleh karena itulah bunga yang meningkat akan menimbulkan kerugian pada investasi dan juga sebaliknya.
  • Jenis resiko sistematis selanjutnya adalah ketika terjadinya inflasi yang membuat resiko daya beli bisa terpengaruh karena hal ini. Sehingga resiko yang terjadi adalah membuat nilai kas yang tidak mempunyai nilai yang tinggi di masa depan dan menyebabkan menurunkan daya beli yang dipunyai masyarakat karena harga yang terus mengalami kenaikan.
  • Jenis resiko lainnya yaitu adanya nilai tukar mata uang atau valas yang mengalami perubahan. Currency risk ini membuat penurunan nilai yang juga menyebabkan kerugian yang bisa terjadi pada investasi yang diambil.
  • Jenis resiko sistematis lainnya yaitu resiko komoditas yang bisa menyebabkan perubahan harga komoditas yang disebabkan oleh fluktuasi harga dari permintaan dan penawaran yang ada di pasaran.
  • Resiko terakhir adalah resiko politik yang tidak bisa dikontrol atau dikendalikan. Jenis resiko ini bisa terjadi karena adanya perubahan undang-undang yang menyebabkan imbal hasil yang mengalami penurunan.

Resiko selanjutnya yang akan terjadi ketika melakukan investasi adalah resiko tidak sistematis. Jenis ini merupakan resiko yang bisa untuk dihindari ataupun dikendalikan. Sehingga walaupun akan terjadi jenis resiko ini akan membuat investasi yang dipunyai tidak akan terlalu berdampak dan mengalami kerugian. Cara untuk menghindari resiko tidak sistematis ini adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio investasi. Sehingga ketika ada resiko yang terjadi pada satu bentuk investasi, maka jenis investasi lainnya yang dipunyai akan tetap aman.

Untuk jenis resiko investasi yang tidak sistematis tersebut adalah sebagai berikut ini :

  • Jenis yang pertama adalah resiko likuiditas yang akan muncul dengan susahnya menyediakan uang tunai yang dibutuhkan ketika akan diambil. Seperti ketika semua orang menarik dana investasinya, maka hal tersebut akan menyebabkan resiko ini yang membuat tidak tersedianya uang tunai yang dibutuhkan dalam waktu tertentu.
  • Resiko investment merupakan jenis selanjutnya yang bisa terjadi ketika pendapatan yang dipunyai perlu untuk diinvestasikan kembali. Hal ini membuat hasilnya menjadi lebih rendah.
  • Resiko yang terakhir adalah jenis resiko bisnis yang terjadi karena bisnis perusahaan dari tempat yang diambil saat berinvestasi.

Resiko bisnis sendiri dapat dihindari dengan mengetahui profil resiko investasi yang dipunyai, sehingga akan bisa menentukan investasi yang tepat untuk diambil. Tiga jenis profil resiko investasi adalah dari konservatif yang memiliki resiko rendah, profil resiko moderat yang bisa mengambil resiko besar tetapi hati-hati menentukan instrumen aset, dan resiko agresif yang menginginkan keuntungan secara maksimal.

Selain memilih investasi dengan menentukan dan memilih investasi sesuai dengan profil resiko yang dipunyai, cara selanjutnya untuk mengantisipasi dan meminimalisir risiko investasi yang dipunyai adalah dengan memilih untuk investasi yang ada di tempat aman dan berpengalaman. Contohnya melakukan investasi di bank BCA yang menyediakan jenis investasi reksadana, obligasi, pasar uang, dan lainnya dengan jaminan keamanan dan pengalaman panjang dari bank besar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *